p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INSANI
Terserah Luahambowo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alienated Social Class And Social Poverty: Case From Rural Hamlet Karang Tengah, West Java, Indonesia Terserah Luahambowo; Robert M.Z. Lawang; Iwan Setiawan
INSANI Vol 8 No 2 (2021): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.394 KB)

Abstract

This article deals with fundamental question of how to develop village is based on sufficient knowledge. In order to answer this question, Research Cluster on Rural Issues has conducted digital baseline survey on village resources, potential for rural development in the hamlet of Karang Tengah. One of the findings is the fact that 88.3% of the land has been alienated to outsiders. The finding is explored through extensive discussions on social class theories related to social capital and social poverty as well. Alienated social class is a concept developed from the highly imbalance of outsiders’ domination to the insiders. As the result, community has been lack of its fundamental essence namely land. Main conclusions are related to the need of real knowledge through the use of digital survey for a quick answer.
Gambaran Tentang Kesenjangan Digital Orang Tua dan Anak dan Rancang Bangun Intervensi Sosial – Digital Terserah Luahambowo
INSANI Vol 7 No 1 (2020): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.401 KB)

Abstract

Artikel ini menjawab dua pertanyaan penelitian: (i) bagaimana gambaran tentang kesenjangan digital yang disebabkan oleh penggunaan teknologi digital di Desa Bejiarum kota Wonosobo, dan (ii) apa yang dapat dilakukan untuk pengembangan intervensi mengatasi kesenjangan digital itu? Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, metode dan wawancara dan Focused Group Discussion (Diskusi Kelompok Pumpunan) digunakan untuk mengumpulkan informasi, yang dilakukan secara fleksibel selama 10 hari tinggal di Wonosobo. Jawaban atas pertanyaan satu menunjukkan kepemilikan dan penggunaan teknologi digital yang merata, hampir tidak ada kesenjangan antara anak dan orang tua. Sedangkan jawaban atas pertanyaan dua menunjukkan perlunya pengembangan pengorganisasian penggunaan teknologi digital di tingkat RW melalui program WiFi berbasis RT.