IRAMA JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 2, No 1 (2020): February

Merancang Treatment Film “Sang Seniman” melalui Paradigma Estetika (Aesthesis) Dekolonial

pauhrizi, erik muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2021

Abstract

Sebagai salah satu produk kebudayaan popular, terdapat potensi gambar bergerak atau film yang bisa dihasilkan dari sebuah konten keberlanjutan sejarah masyarakat sebelum dilakukannya invasi dan kontekstual hidup paska kemerdekaan, dengan membangun pengetahuan dan subjektifitas lokal yang bisa membentuk khasanah estetika sinema lokal Indonesia. Indonesia memiliki beragam tradisi tutur gambar dari 1.128 adat. Namun perkembangan tradisi tersebut terputus akibat panjangnya kolonialisme dan berkembangnya medium-medium visual modern saat ini. Menurut data statistik Pemandangan Umum Industri Film Indonesia 2019 kebergaman konten yang masih diartikan secara sempit yaitu genre, lewat pendekatan narasi sinema mainstream Hollywood. Sinema Negara Ketiga adalah sebuah opsi metode untuk mengadaptasi ekspresi gambar lokal dalam menyampaikan situasi mengenai masyarakat pribumi yang berkembang dari pengalaman kolonialisme paska negara-negara terbentuk. Berdasarkan permasalah tersebut, peneliti merancang sebuah proses berpikir estetika dekolonial, untuk mengekplorasi dan bereksperimentasi ruang berpikir estetika dan bahasa rupa gambar bergerak Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori-teori kontekstual paskakolonialisme, eksistensialisme, dan absurdisme dan Teater Absurd nya Samuel Beckett.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

irama

Publisher

Subject

Arts

Description

IRAMA Jurnal Seni Desain dan Pembelajarannya publishes papers regularly twice times a year issued by the Faculty of Art and Design Education Universitas Pendidkan Indonesia Bandung Indonesia IRAMA Jurnal Seni Desain dan Pembelajarannya provides open access to the public to read abstract and complete ...