Berkala Arkeologi
Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus

Keberadaan Bahasa Melayu-Kuna Abad VII- IX C Di Jawa

Riboet Darmosoetopo (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Oct 1998

Abstract

Prasasti sebagai peninggalan budaya dan sangat penting untuk dipergunakan dalam penulisan sejarah, ditemukan di seantero kepulauan Indonesia. Tetapi prasasti yang berbahasa Melayu-Kuna hanya ditemukan di Sumatra dan Jawa. Akhir-akhir ini ditemukan juga prasasti berbahasa Melayu-Kuna di pantai selatan pulau Laguna, Pilipina. Delapan prasasti berbahasa Melayu-Kuna dari masa Kedatuan Sriwijaya ditemukan di Sumatra. Kedelapan prasasti itu ialah prasasti Kedukanbukuit (605 C), Talang Tuwo (606 C), Kota Kapur( 608 C), Karangbirahi, Telaga Batu, Boom Baru, Palas Pasemah, dan prasasti Bungkuk. Ketujuh prasasti berbahasa Melayu-Kuna yang ditemukan di pulau Jawa ialah prasasti Manjusrigrha (714 C), Payaman (700-750 C), Dapunta Selendra (± 750 C), Sang Hyang Wintang, Dang Pu Hawang Glis, Dewa Drawya (Dieng), dan prasasti dari Kebon Kopi. Sebuah prasasti dari lempengan tembaga, berbahasa Melayu-Kuna, beraksara Jawa-Kuna, bertahun 822 C ditemukan di pantai Laguna (Kepulauan Pilipina Selatan). Timbul permasalahan tentang keberadaan bahasa Melayu-Kuna ini di Jawa baik mengenai proses maupun perkembangannya dalam kontilasi kesejarahan. Oleh karena itu dalam makalah kecil ini akan dicoba mengajukan gagasan pemecahannya meskipun masih bersifat hipotetis.

Copyrights © 1998






Journal Info

Abbrev

berkalaarkeologi

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the ...