Riboet Darmosoetopo
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Beberapa Benda Purbakala Berprasasti Pendek Temuan Dari Wonoboyo Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.838 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.615

Abstract

Di dusun Cucukan (termasuk Desa Wonoboyo, kec. Jogonalan, Kab. Klaten) sebanyak tiga kali ditemukan benda purbakala, dari bahan emas dan perak. Beberapa benda temuan itu ada yang berprasasti pendek digoreskan pada dinding atau alas benda. Temuan pertama terjadi pada bulan Oktober 1990. Benda-benda yang ditemukan berupa benda perkakas (upacara?), benda perhiasan dan mata uang. Berat keseluruhan benda dari emas ada 12.436,800gram. Sedang berat keseluruhan barang darl perak 3.343,700 gram.
Keberadaan Bahasa Melayu-Kuna Abad VII- IX C Di Jawa Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.098 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.774

Abstract

Prasasti sebagai peninggalan budaya dan sangat penting untuk dipergunakan dalam penulisan sejarah, ditemukan di seantero kepulauan Indonesia. Tetapi prasasti yang berbahasa Melayu-Kuna hanya ditemukan di Sumatra dan Jawa. Akhir-akhir ini ditemukan juga prasasti berbahasa Melayu-Kuna di pantai selatan pulau Laguna, Pilipina. Delapan prasasti berbahasa Melayu-Kuna dari masa Kedatuan Sriwijaya ditemukan di Sumatra. Kedelapan prasasti itu ialah prasasti Kedukanbukuit (605 C), Talang Tuwo (606 C), Kota Kapur( 608 C), Karangbirahi, Telaga Batu, Boom Baru, Palas Pasemah, dan prasasti Bungkuk. Ketujuh prasasti berbahasa Melayu-Kuna yang ditemukan di pulau Jawa ialah prasasti Manjusrigrha (714 C), Payaman (700-750 C), Dapunta Selendra (± 750 C), Sang Hyang Wintang, Dang Pu Hawang Glis, Dewa Drawya (Dieng), dan prasasti dari Kebon Kopi. Sebuah prasasti dari lempengan tembaga, berbahasa Melayu-Kuna, beraksara Jawa-Kuna, bertahun 822 C ditemukan di pantai Laguna (Kepulauan Pilipina Selatan). Timbul permasalahan tentang keberadaan bahasa Melayu-Kuna ini di Jawa baik mengenai proses maupun perkembangannya dalam kontilasi kesejarahan. Oleh karena itu dalam makalah kecil ini akan dicoba mengajukan gagasan pemecahannya meskipun masih bersifat hipotetis.
KEBERADAAN BAHASA MELAYU-KUNA ABAD VII- IX C DI JAWA Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol. 18 No. 1 (1998)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v18i1.774

Abstract

Inscriptions as cultural heritage and very important for use in writing history, are found throughout the Indonesian archipelago. However, the Old Malay-language inscriptions are only found in Sumatra and Java. Recently, an ancient Malay-language inscription was also found on the southern coast of the island of Laguna, Philippines. Eight Old Malay-language inscriptions from the Sriwijaya Kedatuan era were found in Sumatra. The eight inscriptions are the Kedukanbukit inscription (605 C), Talang Tuwo (606 C), Kota Kapur (608 C), Karangbirahi, Telaga Batu, Boom Baru, Palas Pasemah, and the Budulent inscription. The seven ancient Malay-language inscriptions found on the island of Java are Manjusrigrha (714 C), Payaman (700-750 C), Dapunta Selendra (± 750 C), Sang Hyang Wintang, Dang Pu Hawang Glis, Dewa Drawya (Dieng), and the inscription from Kebon Kopi. An inscription made of copper plates, in Old Malay, with Old Javanese script, dated 822 C was found on the coast of Laguna (South Philippine Islands). Problems arise about the existence of this Old-Malay language in Java, both regarding the process and its development in historical compilation. Therefore, in this small paper, we will try to propose the idea of ​​a solution even though it is still hypothetical.
BEBERAPA BENDA PURBAKALA BERPRASASTI PENDEK TEMUAN DARI WONOBOYO Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol. 13 No. 3 (1993)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v13i3.615

Abstract

Di dusun Cucukan (termasuk Desa Wonoboyo, kec. Jogonalan, Kab. Klaten) sebanyak tiga kali ditemukan benda purbakala, dari bahan emas dan perak. Beberapa benda temuan itu ada yang berprasasti pendek digoreskan pada dinding atau alas benda. Temuan pertama terjadi pada bulan Oktober 1990. Benda-benda yang ditemukan berupa benda perkakas (upacara?), benda perhiasan dan mata uang. Berat keseluruhan benda dari emas ada 12.436,800 gram. Sedang berat keseluruhan barang darl perak 3.343,700 gram.
SEDIKIT URAIAN TENTANG PERGANTIAN TAHTA (KERAJAAN INDONESIA KUNA DARI ABAD 4 - 11 M) Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol. 1 No. 1 (1980)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v1i1.276

Abstract

itu pergantian tahta merupakan masalah yang pelik di dalam sistim pemerintahan yang bersifat kerajaan. Alur pengganti yang berhak naik tahta seakan-akan telah ditentukan oleh kodrat dari yang Maha kuasa. Manusia tinggal menuruti dan melaksanakan koderat terebut. Dalam pemerintahan yang bersifat kerajaan silsilah merupakan pegangan pokok. Sebab silsilah inilah yang menentukan kedudukan seseorang. Tinggi rendahnya pangkat serta titel yang disandang berdasar letaknya di dalam silsilah. Mereka yang masih dekat dengan raja mendapat titel yang tinggi sebaliknya mereka yang sudah jauh dengan raja mendapat titel yang rendah.