Di Bukit Prawoto terdapat fenomena klasik-Hindu meskipun berada dalam kerangka sejarah Kerajaan Islam Demak. Fenomena Klasik-Hindu tersebut terlihat pada tinggalan arkeologis dan konsep yang melatarbelakangi pemilihan Bukit atau Gunung Prawoto sebagai tempat untuk mendirikan bangunan pesanggrahan. Yoni, dan lapik arca masih mewarnai konstruksi bangunan pesanggrahan pada ·masa Kerajaan Demak, tetapi telah dialihkan fungsinya, dari sakral religius menjadi fungsi profan. Adapun konsepsi tentang gunung, merupakan konsep yang telah ada sejak masa klasik-Hindu dan tetap mempunyai arti penting pada jaman Kerajaan Demak.
Copyrights © 2001