Abstrak. Perancangan model pembelajaran yang dilatihkan dengan model pendampingan ini lebih menekankan pada merekonstruksi pola pikir hingga di dalam konstruksi pengetahuannya tertanam bah wa model pembelajaran Project Base Learning (outdoor) mengandung prinsip kemampuan merenca nakan proyek dan bekerja dengan prinsip kerja saintis. Target yang berat itu disadari dan berdasar kan juga pada karakter peserta Pendidikan Profesi Pelatihan Guru Sarjana Mengajar Terluar Terdepan Tertinggal (PPG SM3T) yakni adanya perbedaan asal perguruan tinggi dengan iklim akademis yang berbeda beda; termasuk dida lamnya perbedaan pengalaman praktek di lapangan. Pelatihan dan mengkonstruksi pengetahuan melalui banyak praktek akan menumbuhkan tingkat employa bilitas masing masing peserta. Kurikulum 2013 yang belum benar benar terpatri sebagai pemahaman setiap calon guru bahkan guru sekalipun menuntut untuk terus dilatihkan. Untuk itu dipilih model pendampingan secara intensive karena dinilai lebih efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut di pilihlah kegiatan kegiatan: 1.FGD penentuan tujuan belajar dan lokasi objek, 2.FGD kemungkinan temuan konsep di lapangan, 3.Orientasi medan dan objek, 4.Diskusi di lapangan pada temuan objek, 5.Diskusi di lapangan pada detail temuan objek, 6.FGD temuan fenomena konsep dan temuan lapangan. Hasilnya kegiatan awal yang penting dalam menyusun Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran model Project Base Learning (out door) adalah: 1.Penentuan awal lokasi berdasarkan Indikator dan tujuan pembelajaran. 2.Perkirakan konsep konsep yang dapat diperoleh di lokasi belajar. 3. Klasifikasi dan pemahaman proses ginesa bentuklahan dan obyeknya. 4. Pendalaman ginesa obyek yang dikaji sedetail mungkin. Kata kunci: Pendampingan, Project Base Learning (out door), orientasi medan
Copyrights © 2021