Sejumlah kajian yang membahas tentang revolusi hijau sepanjang tahun 1970-an sampai 1990-an banyak menampilkan perdebatan hasil studi yang cukup menarik salah satunya tentang dampak yang ditimbulkan oleh revolusi hijau terhadap kehidupan sosial ekonomi petani pedesaan. Akan tetapi kajian-kajian yang ada sebagian besar hanya terpusat di beberapa daerah di Jawa dan menempatkan bahwa revolusi hijau telah mengubah secara menyeluruh wajah masyarakat petani pedesaan menjadi petani komersial. Walau sudah setengah abad lebih sejak pelaksanaan kebijakan tersebut, kajian tentang revolusi hijau masih menarik untuk diteliti lebih lanjut. Melalui penggunaan metode sejarah, tulisan ini bertujuan mengungkap pengaruh revolusi hijau terhadap perubahan sosial ekonomi petani pedesaan di Kabupaten Karanganyar tahun 1969-1998. Tulisan ini dibangun dengan memanfaatkan berbagai sumber arsip terutama dari catatan statistik, peraturan hukum daerah, koran dan majalah, serta didukung adanya data hasil wawancara. Diargumentasikan bahwa adanya penggunaan teknologi baru dan peningkatan hasil usaha tani tidak serta merta mengubah secara keseluruhan kondisi kehidupan sosial ekonomi masyarakat petani Kabupaten Karanganyar menjadi petani komersial. Terdapat sebagian masyarakat petani pedesaan yang memilih tetap menggunakan prinsip dahulukan selamat dan menjaga etika subsistensi.
Copyrights © 2022