Gerakan perempuan berbasis gender merupakan sebuah aktivitas di ranah publik yang memperjuangkan kesetaraan hak, penghapusan kekerasan kepada perempuan, maupun perjuangan untuk mengikis diskriminasi gender. Praktik gerakan berbasis gender juga mengacu pada kegiatan orasi di ruang-ruang publik, aksi turun ke jalan dan menyuarakan tuntutan. Untuk mewujudkan gerakan ini, maka seorang orator setidaknya perlu memiliki kapasitas untuk menyampaikan pesan. Dalam hal ini pengetahuan, kemampuan menguasai audiens dan kemampuan berstrategi menggunakan media untuk menyuarakan ide-idenya. Pelatihan Public Speaking dan pendampingan pemanfaatan media ini ditujukan untuk Komunitas Women March di Yogyakarta. Pelatihan ini ditujukan agar komunitas dapat memanfaatkan beragam media sosial yang mereka miliki untuk menyuarakan perjuangan mereka.
Copyrights © 2021