Manajemen sabar secara bathiniah tercermin dalam sikap penahanan emosi dan pengendalian keinginan dari suatu kebutuhan, karena itu dalam Islam kekuatan aqidah dan iman berpengaruh dalam implementasi kesabaran seseorang. Dan Islam memuliakan seseorang yang mampu bersikap sabar dalam pengendalian hawa nafsunya dan berserah diri kepada Allah SWT, yang akan memberikan impact meningkatnya harkat dan martabat seseorang. Sebagai ummat Islam, dianjurkan untuk selalu tunduk pada ajaran Al-Qur’an, karena konsep sabar tersirat didalam Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 153 yang memaknai bahwa Allah menyerukan kepada hambanya untuk sholat dan sabar karena hal tersebut dapat menolongnya, juga Allah SWT senantiasa bersama orang yang sabar. Pendekatan penelitian dalam kajian ini menggunakan metode deskriptif dan studi Pustaka. Hasil kajian ini menyimpulkan, bahwa sifat sabar wajib dimiliki sebagai umat Islam, termasuk dalam menghadapi penyakit dengan upaya seperti meningkatkan penggerak agama, dan memperlemah atau menurunkan tingkat pergerakan hawa nafsu. Karena implikasi sabar bagi keberadaan dan hidup manusia tersirat pada aktivitas keberagamaannya dan aktivitas sosialnya. Ini menunjukkan bahwa tingkat kesabaran mempunyai potensi menjadikan aktivitas beragama dan kehidupan sosial memberikan efek lebih baik. Jadi, terimplementasinya dengan baik manajemen sabar akan memberikan manfaat yang lebih besar karena dapat memberikan ketenangan baik jasmani maupun rohani, sehingga semua bentuk permasalahan dapat tertangani dengan baik. Keywords: Pemanfaatan, Manajemen Sabar, QS. Al-Baqarah ayat 53
Copyrights © 2021