Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris mengenai perbedaan motivasi belajar dan kecemasan matematika antara siswa yang belajar dengan augmented reality dan siswa yang belajar tanpa menggunakan augmented reality. Sampel dalam penelitian ini adalah 374 siswa yang berasal dari 5 sekolah menengah pertama di Bogor. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti datang ke 5 sekolah dengan memberikan pre-test, kemudian memberikan materi ajar. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan augmented reality pada materi ajar bangun ruang. Sedangkan kelas kontrol diajar dengan metode konvensional pada materi ajar bangun ruang. Setelah materi bangun ajar selesai diberikan, peneliti memberikan post-test pada kedua kelompok tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah siswa yang menggunakan augmented reality menunjukan motivasi belajar lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan augmented reality. Selain itu, kecemasan matematika lebih rendah ditunjukan oleh siswa yang menggunakan augmented reality pada materi ajar bangun ruang dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan augmented reality.
Copyrights © 2020