Kajian etnobotani Tabia bun bertujuan untuk mengetahui manfaat praktis tanaman tersebut, dan landasan pengetahuan tradisional setempat. Manfaat praktis sebagai bahan obat, bumbu masak maupun sebagai materi pelengkap upakara bagi masyarakat setempat. Masyarakat di Bali, Tabia bun atau Tabia dakep masih digunakan untuk pengobatan penyakit ayan (epilepsi) dan sebagai materi pelengkap upakara (banten) pebersihan. Kajian Fitokimia dan fitofarmaka (Etnobotani modern), buahnya mengandung alkaloid piperin, kavisin, piperidin, isobutildeka-trans-2-trans4-dienamida; saponin, polifenol, minyak atsiri, asam palmitat, asam tetrahidropiperat, 1 undesilenil-3,4- metilendioksibenzena, dan sesamin. Kandungan tersebut memberikan manfaat sebagai obat untuk mengatasi banyak penyakit, pada manusia dan hewan, dan juga sebagai campuran masakan, jamu, dan minuman lainnya.
Copyrights © 2021