Dalam berkurban terdapat ketentuan syariat perserikatan kurba, namun dewasa ini kurban banyak dilakukan dengan system arisan,salah satunya di lingkungan Masjid Hidayaturrahman Kelurahan Yosodadi. Dengan arisan kurabn, timbullah suatu hutang sedangkan salah satu syarat kurban adalah mampu, diama penunda-nunda hutang bagi yang mampu adalah suatu perbuatan yang dzalim. Permasalah dalam penelitian ini adalah kurban dengan system arisan menjadi terhutang selama dalam dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang hokum arisan kurban melalui tinjauan hokum Islam terhadap pelaksanaan arisan kurban di lingkungan Masjid Hidayaturrahman. Dalam penelitian ini penulis menggunakan sampel purposive 6 orang sebagai sample dari 28 anggota arisan, teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analilis data, dapat disimpulkan bahwa tinjauan hokum terhadap pelaksanaan arisan kurban dilingkungan Masjid Hidayaturrahman 21 Polos Yosodadi Metro Timur bahwa arisan kurban adalah boleh, yakni dengan syarat adanya hokum perjanjian/ perikatan yang jelas anatar sesame anggota arisan. Namun, perlu adanya pemahaman bahwa kebolehan tersebut merupakan bentuk solusi bagi orang-orang yang kurang mampu dalam berkurban namun mereka mempunyai itikad yang kuat untuk berkurban. Begitu juga bagi orang yang mampu tidak perlu arisan kurbanKata Kunci: arisan; hukum islam; kurban.
Copyrights © 2021