Jurnal Peternakan Lahan Kering
Vol. 2 No. 4 (2020): Desember

Analisis potensi pengembangan usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Kupang

Nimrot Yacob Humau (Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana)
Maria Y. Luruk (Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana)
Arnoldus Keban (Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2020

Abstract

Tujuannya penelitian ini adalah 1) menentukan wilayah basis pengembangan ternak sapi potong, 2) menganalisis laju pertumbuhan populasi ternak sapi potong, dan 3) menentukan strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Kupang. Kajian pada usaha ini memiliki peluang pasar yang menjanjikan dan berpengaruh terhadap perekonomian daerah. Hasil Penelitian menunjukkan nilai Location Quetion (LQ) Kecamatan Kupang Timur 1,06 merupakan wilayah basis sedangkan Kecamatan Taebenu 0,88, Nekamese 0,69 dan Fatuleu 0,92 merupakan wilayah non basis. Hasil analisis Shift Share positif yakni Kecamatan Taebenu 8.643, Kupang Timur 46.862, Kecamatan Fatuleu 33.108 dan Nekamese 13.312 yang berarti pertumbuhannya cepat dan maju namun perlu untuk meningkatkan daya saing usaha ternak sapi potong di Kecamatan Kupang Timur, Fatuleu, dan Nekamese karena memiliki daya saing rendah. Strategi pengembangan berdasarkan analisis SWOT adalah strategi agresif yang mendukung penuh pertumbuhan dan pembangunan usaha ternak sapi di Kabupaten Kupang. Implementasinya adalah 1). Peningkatan keterampilan dan SDM peternak, 2). Rehabilitasi sistem dan sarana prasarana peternakan sapi potong dari hulu hingga hilir, 3). Peningkatan fungsi, peran dan kerja sama antar lembaga peternakan dan 4). Peningkatkan produksi dan produktifitas usaha ternak sapi potong. Kata kunci: sapi potong, potensi, location quotient, shift share dan SWOT The objectives of the research are 1) determining the base area for beef cattle development, 2) analyzing the growth rate of the beef cattle population, and 3) determining the strategy for developing a beef cattle business in Kupang Regency. This study has a promising market opportunity and affects the regional economy. The results showed that the Location Quetion (LQ) value of East Kupang District was 1.06 as a base area, while Taebenu District 0.88, Nekamese 0.69 and Fatuleu 0.92 were non-base areas. The results of positive Shift Share analysis are Taebenu 8,643, East Kupang 46,862, Fatuleu 33,108 and Nekamese 13,312 districts, which means that the growth is fast and advanced but it is necessary to increase the competitiveness of beef cattle business in East Kupang, Fatuleu, and Nekamese Districts because of their low competitiveness. The development strategy based on the SWOT analysis is an aggressive strategy that fully supports the growth and development of the cattle business in Kupang Regency. The implementations will be: 1) Increasing the skills and human resources of breeders, 2) Rehabilitation of beef cattle farming systems and infrastructure from upstream to downstream, 3) Increasing functions, roles and cooperation between livestock institutions and 4). Increase the production and productivity of beef cattle business. Keywords: beef cattle, potential, location quotien, shift share and SWOT

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JPLK

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Social Sciences Veterinary

Description

Jurnal Peternakan Lahan Kering (JPLK) menerbitkan artikel hasil penelitian yang meliputi Produksi ternak, Pakan dan nutrisi ternak, Reproduksi dan pemuliaan ternak, Teknologi hasil ternak, Sosial ekonomi peternakan, dan Kesehatan ...