Surakarta menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang demikian strategis. Selain dikenal sebagai kota pusat budaya Jawa, surakarta juga dikenal sebagai kota perdagangan. Banyak kegiatan-kegiatan perdagangan terjadi dikota ini, dari mulai pedagang tradisional sampai dengan pedagang modern. Berbagai etnis mendiami kota ini, mulai dari etnis Jawa, Arab, India, dan Tionghoa banyak yang tinggal dan bergelut dibidang perdagangan. Dari kacamata sosiologi, pedagang Tionghoa dibagi ke dalam dua kategori yaitu orang Tionghoa generasi tua berusia 45-70 tahun yang berprofesi sebagai pedagang tradisional dan generasi muda usia 20-44 tahun yang berkecimpung pada karier dan perdagangan modern atau online.Pengaruh kemajuan Teknologi Informasi, sangatlah besar di kota Solo. Keberadaan sosial media sudah melekat dan eksis dalam kehidupan masyarakat Tionghoa Solo. Fungsi Media sosial selain sebagai alat komunikasi dan pendidikan,juga dapat digunakan sebagai sarana pendukung perdagangan. Kemajuan-kemajuan teknologi khususnya teknologi dibidang Informasi, komunikasi dan teknologi sangat mempengaruhi pola kehidupan dan perdagangan. Meskipun dimensi perkembangan teknologi informasi, sangat terbatas pada kehidupan sosial para pedagang Tionghoatradisional. Kenyamanan yang ditawarkan oleh sistem dagang kuno dan kemampuan yang sulit untuk mengolah penggunaan perangkat-perangkat teknologi menjadi dasar bagi orang-orang Tionghoa untuk menolak penggunaan teknologi informasi modern dalam bisnis yang digelutinya
Copyrights © 2015