Peserta didik di sekolah dituntut untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam proses pembelajaran. Misalnya, peserta didik diwajibkan mengerjakan tugas, menanggapi materi pelajaran yang sedang dibahas, dan dapat mengerjakan ujian dengan baik. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan dalam proses pembelajaran, peserta didik dapat mengalami masalah, yaitu rendahnya keyakinan peserta didik terhadap kemampuannya untuk bisa memenuhi tuntutan-tuntutan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik modeling dalam konseling kelompok untuk meningkatkan efikasi diri siswa. Efikasi diri akademik adalah keyakinan seseorang akan kemampuannya dalam memenuhi tuntutan akademik dengan baik. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efikasi diri akademik dapat berupa penguasaan pengalaman, pengalaman orang lain, persuasi sosial, serta kondisi fisik dan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIIID SMP Negeri 3 Sugio Tahun Pelajaran 2020/2021 berjumlah 32 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah 12 orang siswa. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif tentang peningkatan efikasi diri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modeling dalam konseling berpengaruh untuk meningkatkan efikasi diri siswa, hal ini dilihat dari hasil analisis signifikansi 0.024 kurang dari taraf signifikansi 0.05. Hal ini menunujukkan bahwa teknik modeling dalam konseling kelompok berpengaruh untuk meningkatkan efikasi diri siswa.
Copyrights © 2018