Pengelolaan obat di rumah dalam lingkungan masyarakat menunjukkan perilaku yang keliru dalam upaya swamedikasi sehingga menimbulkan risiko kesalahan penggunaan obat dan terapi yang tidak rasional. Berdasarkan dari hasil obeservasi awal dan evaluasi dari kegiatan pengabdian dosen tentang eduakasi penyimpanan obat yang benar, masyarakat Desa Poto masih banyak melakukan kekeliruan dalam penggunaan obat, misalkan masyarakat mengggunakan obat diare dengan dosis 2 kali lipat dari dosis yang dianjurkan dengan maksud mempercepat diare berhenti, menggunakan obat antinyeri ketika kelelahan bekerja di sawah, atau menggunakan obat yang sudah disimpan lama dalam jangka waktu setahun karena resep dari dokter, bahkan masih menggunakan obat yang kemasannya telah rusak. Jenis penelitian ini adalah Pra eksperimen dengan jenis penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Tingkat pengetahuan responden setelah diberikan edukasi DAGUSIBU (Posttest) mengalami peningkatan sebesar 38,67%. Hal ini menunjukkan bahwa melalui edukasi DAGUSIBU dapat mengurangi atau menghindari terjadi efek samping obat yang tidak diinginkan serta ancaman meningkatnya resistensi tubuh terhadap metabolisme obat yang disebabkan dari kesalahan perilaku pengelolaan obat dalam proses swamedikasi. Kata Kunci: Swamedikasi
Copyrights © 2021