Bahasa Kulisusu merupakan alat komunikasi utama dalam kegiatan kemasyarakatan seperti keagamaan, upacara adat, dan kegiatan kebudayaan. Semua ini menunjukan, perlunya pembinaan dan pengkajian bahasa daerah atau penelitian agar dapat meningkatkan mutu pemakaian bahasanya. Hal itu merupakan salah satu cara agar dapat menyikapi adanya masalah-masalah kebahasaan yang dapat bermula dari tataran bunyi fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat hingga tataran wacana. Tetapi dalam penelitian ini hanya berfokus pada tataran frasa. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku verba pada tataran frasa dalam bahasa Kulisusu. Adapun manfaatnya yaitu, menambah khasanah perkembangan ilmu linguistik, terutama bidang ilmu sintaksis dalam bahasa Kulisusu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba dalam bahasa Kulisusu dapat menjadi unsur induk atau inti dalam frasa, serta frasa verba dalam bahasa Kulisusu juga dapat membentuk dua tipe yakni, tipe DM dan MD. Pada frasa verba bertipe DM, ada beberapa bentuk kelas kata yang dapat mendampingi V sebagai atribut dalam pembentukkan frasa yaitu, KW (keterangan waktu), N (nomina), dan Adv (adverbia). Sedangkan pada frasa verba bertipe MD, juga ada beberapa bentuk kelas kata yang dapat mendampingi V sebagai atribut dalam pembentukkan frasa yaitu, N (nomina), Adv (adverbia), dan Adj (adjektiv). Pembentukkan frasa verba dalam bahasa Kulisusu juga terdiri dari beberapa unsur langsung dengan simbol V+V, V+N, V+Adj dan V+Num.
Copyrights © 2022