Eceng gondok diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi yaitu 60% selulosa, 8% hemiselulosa, dan 17% lignin. Persentase selulosa yang cukup besar ini menjadikan eceng gondok sebagai bahan baku mikrokristalin selulosa (MCC). Pengaruh konsentrasi HCl dalam hidrolisis ɑ-selulosa untuk menghasilkan MCC dari eceng gondok telah diteliti. Hidrolisis dilakukan pada suhu 105⁰C selama 100 menit dengan variasi konsentrasi HCl (1 M; 2 M; 3 M; 4 M; dan 5 M). Peningkatan konsentrasi HCl ini sejalan dengan penurunan jumlah MCC yang diperoleh. Kandungan HCl terbaik pada proses ini adalah 1 M dengan suhu 105°C menghasilkan rendemen selulosa MCC eceng gondok sebesar 77%. Hasil karakterisasi organoleptik mikrokristalin selulosa berupa serbuk kristal, berwarna putih, tidak berbau, dan tidak berasa. Hasil uji pH memenuhi syarat yaitu pada rentan 7. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, eceng gondok berpotensi tinggi untuk digunakan sebagai sumber bahan baku sediaan farmasi, sehingga dapat mengurangi kebutuhan impor di Indonesia.
Copyrights © 2022