Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat mempunyai posisi dan peran penting dalam mewujudkan keberhasilan pengelolaan sumberdaya hutan di tingkat tapak. Namun, keberhasilan pengelolaannya tidak terlepas dari berbagai dinamika dan persoalan, seperti masih tingginya konflik antara masyarakat dan pemerintah, belum selesainya proses rekonstruksi tata batas, dan belum adanya jaminan keamanan terhadap investasi berbagai pihak di wilayah KPHL tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja KPHL Rinjani Barat dalam pelaksanaan pengelolaan hutan di tingkat tapak dengan menggunakan kriteria dan indikator dari Forest Watch Indonesiaversi 1.0. Hasil penilaian menunjukkan ratarata keseluruhan dari kriteria yang dinilai berada pada rentang cukup, yang berarti KPH Rinjani sudah cukup siap untuk mewujudkan fungsinya sebagai unit pengelola hutan di tingkat tapak. Beberapa kriteria perlu menjadi perhatian, yaitu kemantapan kawasan, rencana kelola, dan mekanisme investasi, sehingga harus diperkuat untuk menjamin operasionalisasi KPHL di tingkat tapak.Kata Kunci: Hutan Lindung, Kinerja, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung
Copyrights © 2015