Tanaman jati daerah tropika basah di Kalimantan Selatan merupakan jenis introduksi yang didatangkan dari Jawa, dikembangkan dalam bentuk hutan rakyat. sebagai bentuk hutan rakyat Pengembangan tanaman jati tidak memiliki standar baku sehingga pengetahuan individu petani pengembang yang merefleksikan terhadap produktivitasnya. Keberagaman asal suku petani pengembang diduga mempengaruhi Pengetahuan individu petani dalam mengembangkan hutan rakyat tanaman jati. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis hubungan antara asal etnis pengembang hutan rakyat tanaman jati terhadap produktivitas tanaman yang dihasilkan. Penelitian dilakukan pada hutan rakyat tanaman tanaman Jati (Tectona grandis Linn. F) pada umur 11 tahun (kelas umur II) di Kabupaten Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan rancangan acak lengkap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petani pengembang hutan rakyat di tropika basah meliputi asal suku Jawa, Madura dan Suku Banjar. Petani asal suku Jawa menghasilkan produktivitas kayu tertinggi baik pada ukuran tinggi diameter dan volume kayu jati pada hutan rakyat tanaman jati di tropika basah dibandingkan dengan petani asal suku banjar dan suku Madura. Petani asal suku Jawa lebih berpengalaman terhadap pengetahuan untuk pemeliharaan tanaman dan lebih intensif dibandingkan dengan sistem pengelolaan lahan oleh Suku Banjar maupun Suku Madura.Kata Kunci : Tanaman jati, Hutan Rakyat, Suku
Copyrights © 2015