JURNAL HUTAN TROPIS
Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012

ANALISIS KADAR HARA MAKRO TANAH PADA HUTAN LINDUNG GUNUNG SEBATUNG DI KABUPATEN KOTABARU

Ahmad Yamani (Program Studi Budidaya Hutan Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
19 Aug 2016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hara makro pada tanah yakni unsur Nitrogen (N), Phosfor (P),Kalium (K) , Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).  Dari hasil penelitian ini akan diperoleh informasi keadaan sifat kimia tanah pada hutan lindung Gunung Sebatung untuk dapat dipergunakan dalam rangka pembinaan hutannya dimasa yang akan datang. Prosedur penelitian setelah survey lapangan  menentukan tempat titik pengamatan yang dilakukan dengan Purposive sampling.Mengambil sampel tanah pada lapisan olah tanah dengan kedalaman 0 – 20 cm, dengan pertimbangan bahwa unsur hara sebagian besar berada pada kedalaman ini.Sampel tanah yang diambil padasetiap titik pengamatan selanjutnya dikompositkan, maksudnya satu sampel tanah yang diambil dari beberapa titik  dengan jarak 1,0 meter dicampur dan diaduk secara merata, kemudian diambil sebanyak + 1 kg untuk dianalisis di Laboratorium. Data hasil analisis di laboratorium, selanjutnya akan dibandingkan dengan Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah menurut Lembaga Pusat Penelitian Tanah (LPPT) Bogor. Kandungan unsur hara N dan Mg rendah. Sedangkan unsur hara P, K dan Ca relatif sangat tinggi. Oleh sebab itu untuk menjaga tingkat kesuburan tanahnya atau ketersediaan hara bagi pertumbuhan tanaman perlu segera dilakukan upaya konservasi terhadap tanah, baik secara biologi maupun ternik sipil.Kata kunci : Kadar, Hara, Makro, Tanah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hara makro pada tanah yakni unsur Nitrogen (N), Phosfor (P),Kalium (K) , Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).  Dari hasil penelitian ini akan diperoleh informasi keadaan sifat kimia tanah pada hutan lindung Gunung Sebatung untuk dapat dipergunakan dalam rangka pembinaan hutannya dimasa yang akan datang. Prosedur penelitian setelah survey lapangan  menentukan tempat titik pengamatan yang dilakukan dengan Purposive sampling.Mengambil sampel tanah pada lapisan olah tanah dengan kedalaman 0 – 20 cm, dengan pertimbangan bahwa unsur hara sebagian besar berada pada kedalaman ini.Sampel tanah yang diambil pada setiap titik pengamatan selanjutnya dikompositkan, maksudnya satu sampel tanah yang diambil dari beberapa titik  dengan jarak 1,0 meter dicampur dan diaduk secara merata, kemudian diambil sebanyak + 1 kg untuk dianalisis di Laboratorium. Data hasil analisis di laboratorium, selanjutnya akan dibandingkan dengan Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah menurut Lembaga Pusat Penelitian Tanah (LPPT) Bogor. Kandungan unsur hara N dan Mg rendah. Sedangkan unsur hara P, K dan Ca relatif sangat tinggi. Oleh sebab itu untuk menjaga tingkat kesuburan tanahnya atau ketersediaan hara bagi pertumbuhan tanaman perlu segera dilakukan upaya konservasi terhadap tanah, baik secara biologi maupun ternik sipil.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

jht

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah ...