JURNAL HUTAN TROPIS
Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012

KAJIAN KOMPARATIF EKONOMI USAHATANI KAKAO MELALUI TEKNIK SAMBUNG SAMPING DI PROVINSI SULAWESI TENGAH

Abdul Muis (Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Soekarno Hatta Km.9 Palu)



Article Info

Publish Date
19 Aug 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi, tingkat pendapatan, pertambahan pendapatan serta perbedaan pendapatan antara petani yang melakukan dan yang tidak melakukan sambung samping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah produksi dan pendapatan yang diperoleh petani yang melakukan sambung samping adalah 1.523,95 Kg/ha/thn atau Rp. 15.327.208 per hektar per tahun dan yang tidak melakukan sambung samping adalah 943,96 Kg/ha/thn atau Rp. 7.693.224 per hektar per tahun. Peningkatan pendapatan atau keuntungan usahatani kakao melalui sambung samping selalu disertai dengan penambahan biaya produksi, namun peningkatan tersebut (peningkatan pendapatan dan biaya produksi) masih memberikan nilai tambahan keuntungan yang cukup tinggi, yaitu setiap kenaikan biaya produksi satu rupiah diperoleh tambahan keuntungan usahatani sebesar Rp. 2,14. Hasil analisis juga memperlihatkan adanya perbedaan tingkat pendapatan yang sangat nyata antara petani yang melakukan sambung samping (t-hitung = 6,49 > dari t-tabel α 1% = 2,36). Sesuai hasil tersebut, petani perlu melakukan rehabilitasi tanaman kakao melalui teknik sambung samping dengan menggunakan klon-klon unggul.Kata Kunci Produksi, pendapatan, kakao, sambung samping

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

jht

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah ...