The aims of this research was to measure the level of knowledge of forestry extensionists as perpetrators of community empowerment in forest management in KPHP Banjar. The combination of post-positivistic paradigm with naturalistic approach to this research. The ability of forestry extensionists as empowerers showed moderate cognitive abilities characterized by high comprehension (77.57), applying (78.96), analyzing (74.09), evaluating (62.96), and creating (64.17). The main factors affecting the performance of forestry extension workers are the number of forestry extension agents, number of forestry extension workers, and career development and career development.Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan penyuluh kehutanan sebagai pelaku pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan di KPHP Banjar. Kombinasi paradigma post-positivistik dengan naturalistik menjadi pendekatan dalam penelitian ini. Kemampuan penyuluh kehutanan sebagai pelaku pemberdayaan menujukkan kemampuan kognitif tergolong sedang yang ditandai dengan kemampuan memahami tinggi (77.57), menerapkan (78.96), menganalisis (74.09), mengevaluasi (62.96), dan menciptakan (64.17). Faktor-faktor utama yang mempengaruhi kinerja penyuluh kehutanan adalah jumlah penyuluh kehutanan, jumlah penyuluh kehutanan, penghargaan profesi dan pengembangan karier.
Copyrights © 2017