Tane' Olen merupakan salah satu pengetahuan lokal milik masyarakat Dayak Kenyah Oma' Longh di Desa Setulang dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan. Namun keberlanjutan pengetahuan lokal tersebut dipastikan mendapat banyak tantangan seiring dengan adanya perubahan berbagai situasi sosial yang terjadi di Desa Setulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkontruksikan pengetahunan lokal yang dimiliki masyarakat Dayak Kenyah Oma’ Longh di Desa Setulang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dan mengetahui keberlanjutan pengetahuan lokal mereka dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan, khususnya yang terkait Tane’ Olen. Menggunakan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Hasil studi menunjukkan bahwa kearifan lokal milik masyarakat Dayak Kenyah Oma’ Longh di Desa Setulang merupakan produk ciptaan mereka sendiri yang terbukti melalui proses distribusi, adaptasi dan reprositas yang mereka lakukan. Terkait dengan keberlanjutannya, pengetahuan lokal milik masyarakat Dayak Kenyah Oma’ Longh di Desa Setulang mempunyai kemungkinan besar untuk tidak dapat dipertahankan oleh generasi selanjutnya. Hal tersebut dapat dilihat dari pola pikir masyarakat Setulang yang sangat mudah menerima informasi dan teknologi baru, berupa penggunaan cara-cara dan alat-alat baru dalam kegiatan pemanfaatan hutan yang mereka anggap lebih praktis namun tidak mempertimbangkan kelestariannya. Kata Kunci: pengetahuan lokal, Umo’ Longh, Desa Setulang, konstruksi, keberlanjutan
Copyrights © 2015