Eddy Mangopo Angi
Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Jl. A.W. Syahranie No. 68 Sempaja, Samarinda; Telp (0541) 206364, Fax (0541) 742298 2 Konsultan Independen di Samarinda, Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KONSTRUKSI DAN KEBERLANJUTAN PENGETAHUAN LOKAL DAYAK KENYAH OMA’ LONGH DI DESA SETULANG, KABUPATEN MALINAU Catur Budi Wiati; Eddy Mangopo Angi
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i1.4165

Abstract

Tane' Olen merupakan salah satu pengetahuan lokal milik masyarakat Dayak Kenyah Oma' Longh di Desa Setulang dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan.  Namun keberlanjutan pengetahuan lokal tersebut dipastikan mendapat banyak tantangan seiring dengan adanya perubahan berbagai situasi sosial yang terjadi di Desa Setulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkontruksikan pengetahunan lokal yang dimiliki masyarakat Dayak Kenyah Oma’ Longh di Desa Setulang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dan mengetahui keberlanjutan pengetahuan lokal mereka dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan, khususnya yang terkait Tane’ Olen.  Menggunakan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Hasil studi menunjukkan bahwa kearifan lokal milik masyarakat Dayak Kenyah Oma’ Longh di Desa Setulang merupakan produk ciptaan mereka sendiri yang terbukti melalui proses distribusi, adaptasi dan reprositas yang mereka lakukan. Terkait dengan keberlanjutannya, pengetahuan lokal milik masyarakat Dayak Kenyah Oma’ Longh di Desa Setulang mempunyai kemungkinan besar untuk tidak dapat dipertahankan oleh generasi selanjutnya.  Hal tersebut dapat dilihat dari pola pikir masyarakat Setulang yang sangat mudah menerima informasi dan teknologi baru, berupa penggunaan cara-cara dan alat-alat baru dalam kegiatan pemanfaatan hutan yang mereka anggap lebih praktis namun tidak mempertimbangkan kelestariannya. Kata Kunci: pengetahuan lokal, Umo’ Longh, Desa Setulang, konstruksi, keberlanjutan