Pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 di Indonesia menyebabkan pembelajaran tidak dapat dilakukan di dalam kelas melainkan dilakukan secara daring. Pembelajaran daring membawa dampak positif maupun negatif bagi siswa dan orang tua. Salah satu dampak negatif sistem pembelajaran daring adalah terjadinya gap atau celah antara guru dengan siswa, sehingga saat siswa tidak menyimak dalam pelajaran atau belum paham tidak dapat dideteksi oleh guru, akibatnya standar kemampuan siswa selama pembelajaran daring menjadi turun. Selain itu orang tua yang juga dibebani dengan pekerjaan di rumah atau work from home yang berakibat pada kesulitan untuk memisahkan antara jam kerja dan waktu keluarga menyebabkan orang tua tidak dapat memantau perkembangan belajar dan membimbing belajar anak selama di rumah. Tekanan siswa dalam menghadapi tuntutan ujian akhir dan ujian masuk perguruan tinggi menjadi sangat terasa di saat siswa kelas XII memasuki semester terakhir sehingga diperlukan pengertian dan kerja sama dari guru dan orang tua untuk dapat membawa siswa meraih keberhasilan dalam studi khususnya dalam melanjutkan ke perguruan tinggi.
Copyrights © 2022