Karate is a martial arts sport which can cause injuries, particularly to the knee. Overuse movement of limbs in karate, untreated chronic knee injuries, and lack of warming up with stretching and strengthening may contribute into the development of early osteoarthritis in karateka. This community service activity aims to increase skills and knowledge in the use of stretching and strengthening to prevent early osteoarthritis in young and adult karateka. Twenty-two members of the Indonesian national karate team were given a pretest containing 10 multiple choice questions about osteoarthritis and preventive measures. Participants were then given a 30-minute presentation about the use of stretching and strengthening to prevent early osteoarthritis with specific movements in karate, followed by a short question and answer session. Participants were asked to complete a posttest at the end. From the statistical analysis comparing between the pretest and posttest results, there is an increase of test scores in most participants, with a Wilcoxon test showing p=0.000. This shows that the community service activity has significantly achieved its aims of increasing skills and knowledge in the use of stretching and strengthening to prevent early osteoarthritis in karateka. Further research and community service in preventing early osteoarthritis in karateka and the community at large is highly advised. Karate merupakan olahraga beladiri kompetitif dengan gerakan-gerakan dinamis yang rentan mengalami cedera terutama pada sendi lutut. Gerakan beban berlebihan pada tungkai dalam karate, cedera lutut kronis yang tidak tertangani, dan kurangnya gerakan pemanasan yang fokus pada stretching dan strengthening berpotensi menjadi faktor resiko osteoarthritis dini pada karateka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan manfaat stretching dan strengthening pencegahan osteoarthritis dini pada karateka usia muda dan dewasa. Duapuluh dua anggota tim nasional karate Indonesia diberikan pretest berisi 10 pertanyaan pilihan ganda mengenai osteoarthritis dan pencegahannya. Peserta kemudian diberikan presentasi selama 30 menit mengenai manfaat stretching dan strengthening untuk mencegah osteoarthritis dini dengan merujuk pada gerakan-gerakan khusus dalam karate. Berikutnya kegiatann dilanjutkan dengan sesi tanya jawab singkat. Peserta diminta mengisi posttest yang berisi pertanyaan yang sama dengan pretest pada akhir kegiatan. Dari analisa statistik perbandingan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan nilai posttest pada mayoritas peserta, dengan uji Wilcoxon menunjukkan p=0.000. Hal ini menunjukkan keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara signifikan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan manfaat stretching dan strengthening pencegahan osteoarthritis dini pada karateka. Penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang lebih lanjut dalam upaya pencegahan osteoarthritis dini pada karateka dan juga masyarakat luas sangat disarankan.
Copyrights © 2021