Edu Smart Learning Center Medan merupakan sebuah tempat kursus yang bergerak di bidang pengajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Dari informasi yang diperoleh penulis melalui wawancara informal dengan guru tempat kursus ini, diketahui bahwa ada beberapa guru yang melakukan pengajaran dengan Bahasa Indonesia. Seharusnya guru-guru tidak diperbolehkan mengajar dengan Bahasa Indonesia. Guru- guru di Edu Smart Learning Center seharusnya mengajar dengan Bahasa Inggris (all english) atau dengan Bahasa Mandarin (all mandarin). Hal tersebut menunjukan indikasi adanya masalah dalam pengawasan sistem pengajaran. Oleh karena itulah, penulis bermaksud meneliti lebih lanjut mengenai pengawasan sistem pengajaran di Yayasan Edu Smart learning Center Medan. Handoko (2003:363) menjelaskan bahwa terdapat lima jenis kriteria dalam proses pengawasan, antara lain kriteria berdasarkan Standarisasi, Penentuan Penilaian, Penentuan Kegiatan, Perbandingan Standar dengan Pelaksanaan Nyata dan Hasil Evaluasi. Adapun metode dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode wawancara terstruktur. Dari wawancara yang telah dilakukan dengan sejumlah narasumber lalu menghubungkannya dengan Handoko (2003:363) menjelaskan bahwa terdapat lima jenis kriteria dalam proses pengawasan, penulis memperoleh kesimpulan mengenai pengawasan system pengajaran di Edu Smart learning Center Medan pada tahun 2015. Tingkat pengawasan dapat digolongkan baik. Secara garis besar, pengawasan yang diterapkan di Edu Smart sudah tergolong baik tetapi ada juga kelemahan pada pengawasan absensi yaitu guru-guru libur seenaknya. Guru-guru memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pengukuran kegiatan guru sangat jarang dilakukan inilah kelemahan dari itu maka tidak dapat diketahui apa saja yang dilakukan guru pada saat mengajar. Guru-guru di Edu Smart sebagian besar tidak membuat laporan tentang pengajaran mereka tetapi ada juga yang membuat laporan tersebut ini membuat susahnya pengukuran pengawasan
Copyrights © 2019