prosiding seminar nasional
Vol 1 No 01 (2018): Proseding Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018

PENERAPAN MODEL OTOREGRESIF PADA PEMANTAUAN PAGI TINGGI MUKA AIR SUNGAI BENGAWAN SOLO DI POS JURUG

Retno Tri Vulandari Elistya Rimawati Iwan Ady Prabowo (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2018

Abstract

Pada tahun 2016, luapan sungai Bengawan Solo mengakibatkan banjir di kawasan Solo Timur. Hal ini disebabkan karena tinggi muka air pada pos pemantauan Jurug menembus level 10. Oleh karena itu prediksi nilai tinggi muka air diperlukan sebagai upaya peringatan dini banjir. Dalam penelitian ini berfokus pada tinggi muka air pada pos pemantauan Jurug. Pengukuran tinggi muka air sungai Bengawan Solo pada setiap pos pemantauan dilakukan setiap hari. Berdasarkan proses pengambilan data tersebut, maka data tinggi muka air pada pos pemantauan Jurug merupakan data runtun waktu. Salah satu metode peramalan data runtun waktu adalah Autoregressive (AR), model ini memiliki asumsi homoskedastisitas atau variansi eror tetap, tidak terdapat autokorelasi, dan memiliki eror model normal. Data tinggi muka air sungai Bengawan Solo pada tahun 2009 – Juni 2018, data terbukti stasioner berdasarkan uji augmented Dickey-Fuller. Berdasarkan pola identifikasi korelogram, data tersebut dapat dimodelkan dengan Autoregressive (AR),  dengan nilai MAPE 0,140899 artinya 14,0899% besar rata-rata kesalahan model. Hasil diagnostic eror model ini adalah, model tidak terdapat autokorelasi, dan eror model normal, tetapi pada asumsi model terjadi heteroscedastisitas atau variansi eror model tidak tetap. Sehingga akan dilanjutkan pemodelan yang dapat mengatasi masalah ini yaitu Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH).

Copyrights © 2018