Penggunaan umbi sebagai benih secara terus menerus oleh petani dapat menurunkan kualitas benih akibat akumulasi patogen tular umbi. Upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan produksi guna memenuhi kebutuhan bawang merah, salah satu nya adalah penerapan sistem tanam biji yang dikenal dengan sistem “true shallot seed”. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah varietas bawang merah dengan simbol (V) yang terdiri dari V1: varietas lokananta, V2: sanren dan V3: maserati. Faktor II adalah pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan simbol (P) yang terdiri dari P0 : tanpa pemberian PGPR yaitu : P1 : 50 ml/liter air/per plot, P2 : 100 ml/liter air/per plot, P3 : 150 ml/liter air/per plot. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi dan beberapa varietas dan pemberian PGPR memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap tinggi tanaman namun berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun dan jumlah umbi. Kata kunci : Bawang merah, Varietas , PGPR
Copyrights © 2022