Tana Toraja memiliki keragaman bambu yang amat tinggi. Tanaman bambu memiliki peran penting dalam aspek bioenergy dan pengelolaan lingkungan. Beberapa penelitian telah mengungkap bambu sebagai agen fitoremediasi tanah tercemar logam berat. Daerah rizosfer bambu telah diketahui pula sebagai tempat yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme potensial. Dalam penelitian ini digunakan lima isolat bakteri yang berasal dari lima jenis rizosfer bambu berbeda, yang diberi kode Htl.2, Hpr.6, Hk.1, hh.5 dan Hb.1. Selain itu digunakan pula tiga jenis logam berat berbeda yaitu merkuri (Hg), timbal (Pb) dan kromium (Cr), konsentrasi yang digunakan adalah 5 ppm dan 10 ppm. Kemampuan adaptasi isolat bakteri terhadap masing-masing logam berat diamati berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekitar cawan petri. Berdasarkan hasil pengujian, isolat Htl2, Hpr.6 dan Hb.1 membentuk zona bening terluas pada media yang mengandung logam Hg. Isolat Hh.5, Hpr.6 dan Hk.1 membentuk zona bening terluas pada logam Pb, sedangkan untuk logam Cr isolat yang menunjukkan respon terbaik adalah Hb.1, Hh.5 dan Hpr.6. Hasil pengamatan morfologi diketahui bahwa dari kelima isolat bakteri terdapat empat isolat tergolong sebagai bakteri Gram negatif, dan satu isolat merupakan bakteri Gram positif. Hasil penelitian ini merupakan studi awal untuk menentukan bakteri prespektif digunakan dalam rehabilitasi tanah tercemar logam berat.
Copyrights © 2022