Banyaknya konflik atas nama perbedaan yang terjadi di Indonesia mendorong upaya pemahaman akan keberagaman semakin massif dilakukan agar mampu meminimalkan konflik-konflik yang ada. Gereja sebagai institusi sosial memiliki peran serta untuk memberikan pendidikan bagi warga jemaatnya. Pemuda menjadi bagian penting dari gereja karena merupakan kaderisasi kepemimpinan yang akan datang. Oleh karena itu penguatan pendidikan karakter berbasis multikultural menjadi urgen untuk dilakukan demi mencapai pemuda yang memiliki sikap terbuka dan inklusif, dalam memahami dan menerima suatu perbedaan. Kegiatan penguatan pendidikan karakter berbasis multikultural diterapakan pada pemuda GMIM Citra Anugerah Manembo-nembo Atas Bitung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pemahaman pemuda terhadap nilai-nilai keberagaman yang ada di masyarakat. Pemuda mampu menyampaikan argumen dan pertanyaan-pertanyaan kritis berkaitan dengan isu-isu sosial keberagaman yang terjadi serta memiliki inisiatif untuk membuat program yang bermanfaat yang bertujuan menjalin solidaritas.
Copyrights © 2020