Abstrak Konstruksi bangunan umumnya terdiri dari beton sebagai bahan konstruksi karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan seperti lemah terhadap tarik dan juga mempunyai berat sendiri beton yang cukup besar sampai mencapai berat jenis 2400 kg/m3.. Peranan berat sendiri didalam struktur bangunan gedung bertingkat sangatlah dominan khususnya bila dilakukan analisa terhadap beban gempa. Semakin berat bangunan maka semakin besar gaya inersia yang ditimbulkan akibat berat sendiri bangunan. Beton ringan menjadi salah satu alternative untuk mengatasi masalah berat sendiri karena mempunyai berat jenis sekitar 1700 kg/m3 . Agregat ringan ini dapat diperoleh dari limbah botol plastik yang mempunyai logo PET. Sampah plastik adalah penyumbang sampah terbesar didunia dan termasuk kedalam golongan material yang tidak dapat diuraikan oleh organisme (non bio-degradable), serta bersifat tahan lama (persistent) yang tidak membusuk. Hal yang dapat dilihat langsung dari limbah ini adalah berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk dan limbah botol plastik PET (Poly Ethylene Terephthalate) akan dijadikan agregat kasar. Sifat fisis dan sifat mekanis dari beton ringan dalam penggunaan limbah botol plastik jenis PET sebagai pengganti agregat kasar harus sesuai dengan peraturan yang ada. Dari penelitian ini didapatkan rasio perbandingan untuk campuran setiap m3 beton ringan adalah semen 263kg, Pasir 420kg, Air 279kg dan Agregat PET 559kg pada pemakaian additive 50ml Kata kunci : Beton Ringan, Limbah botol plastik PET, Berat sendiri, agregat ringan.
Copyrights © 2010