Latar Belakang : Diprediksikan 50% penderita kanker payudara di Indonesia mulai memeriksakan penyakit kanker yang dideritanya sudah berada di titik stadium lanjut. Langkah awal yang baik untuk mengetahui adanya penyakit kanker payudara adalah mendeteksi sedini mungkin, yaitu dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). (Indonesian Cancer Fondation, 2011). Tujuan : Diketahuinya Pengaruh Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Cara Deteksi Dini Kanker Payudara. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperiment dengan Nonequivalent control group design. Sampel diambil dengan teknik total Sampling. Hasil : Hasil penelitian yaitu rata-rata pengetahuan post test reponden dengan leaflet sebesar 12,40 sedangkan rata-rata pengetahuan post test responden dengan leaflet dan penyuluhan sebesart 13,58. Nilai P-value 0,000 (Pvalue < 0,05), rata-rata sikap post test responden dengan leaflet sebesar 52,56 sedangkan rata-rata sikap post test responden dengan leaflet dan penyuluhan sebesart 55,49. Nilai Pvalue 0,000 (Pvalue < 0,05), rata-rata cara deteksi dini kanker payudara post test responden dengan leaflet sebesar 35,44 sedangkan rata-rata cara deteksi kanker payudara dini post test responden dengan leaflet dan penyuluhan sebesar 50,74. Nilai P-value 0,002 (Pvalue <0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan cara deteksi dini Kanker Payudara.
Copyrights © 2022