Valliana Ruwanty Maries
STIKES Keluarga Bunda Jambi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN CARA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA SISWA PUTRI SMAN. 6 KOTA JAMBI Valliana Ruwanty Maries
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 2 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.823 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i2.133

Abstract

Latar Belakang : Diprediksikan 50% penderita kanker payudara di Indonesia mulai memeriksakan penyakit kanker yang dideritanya sudah berada di titik stadium lanjut. Langkah awal yang baik untuk mengetahui adanya penyakit kanker payudara adalah mendeteksi sedini mungkin, yaitu dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). (Indonesian Cancer Fondation, 2011). Tujuan : Diketahuinya Pengaruh Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Cara Deteksi Dini Kanker Payudara. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperiment dengan Nonequivalent control group design. Sampel diambil dengan teknik total Sampling. Hasil : Hasil penelitian yaitu rata-rata pengetahuan post test reponden dengan leaflet sebesar 12,40 sedangkan rata-rata pengetahuan post test responden dengan leaflet dan penyuluhan sebesart 13,58. Nilai P-value 0,000 (Pvalue < 0,05), rata-rata sikap post test responden dengan leaflet sebesar 52,56 sedangkan rata-rata sikap post test responden dengan leaflet dan penyuluhan sebesart 55,49. Nilai Pvalue 0,000 (Pvalue < 0,05), rata-rata cara deteksi dini kanker payudara post test responden dengan leaflet sebesar 35,44 sedangkan rata-rata cara deteksi kanker payudara dini post test responden dengan leaflet dan penyuluhan sebesar 50,74. Nilai P-value 0,002 (Pvalue <0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan cara deteksi dini Kanker Payudara.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS KOTABARU KOTA JAMBI Valliana Ruwanty Maries
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai denganpenurunan kecepatan pertumbuhan dan memiliki dampak dari ketidakseimbangan gizi. Ataubisa dikatakan sebagai sebuah keadaan tubuh yang sangat pendek melampaui deficitdibawah medium tinggi badan. Anak yang mengalami stunting atau pendek menjadipredictor buruknya kualitas sumber daya manusia yang diterima secara luas.Misi PresidenIndonesia tahun 2021-2024 adalah menurunkan angka stunting pada balita.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah denganpendekatan cross sectional penelitian observasional analitik di Puskesmas Kotabaru jambipada oktober 2022. Penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder berasal darikuesioner terhadap responden dan data dari Ruangan Gizi angka Stunting di PuskesmasKotabaru Jambi Tahun 2022 Dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Analisa datamenggunakan chi-square.Hasil : Terdapat hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting pada balitausia 1-5 Tahun di UPTD Puskesmas Kotabaru Jambi p- value 0,000 (p-value <0,005).dengan kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun p-value 0,009 (p-value<0,005).Terdapat hubungan pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting pada balita usia1-5 tahun di UPTD Puskesmas Kotabaru Jambi p-value 0,014 (p-value <0,005)Kesimpulan: terdapat hubungan Pemberian ASI Ekslusif, dan Pelayanan Kesehatandengan kejadian Stunting pada balita Di Puskesmas Kotabaru Jambi Penelitian di harapkandapat mengembangkan wawasan dan pengalaman yang lebih luas dengan penelitian yangberkaitan dengan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting serta mampumelakukan screening pencegahan sebagai bentuk pelayanan kesehatan balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB SALIMA KOTA JAMBI Valliana Ruwanty Maries
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 8 No 1 (2023): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v8i1.174

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil dapat terjadi akibat banyak faktor, salah satunya adalah usia ibu hamil dan jumlah paritas. Faktor lain merupakan status gizi. Status gizi sangat berpengaruh terhadap kejadian anemia dalam kehamilan, karena kebutuhan gizi ibu hamil meningkat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, bila semakin kurang status gizi ibu hamil tersebut, maka risiko kejadian ibu hamil akan semakin besar. Status gizi salah satunya ditentukan oleh lingkar lengan atas (LiLA). Anemia merupakan keadaan jika kadar hemoglobin dibawah 11g/dl atau hematokrit kurang dari 33%. Nilai batas untuk anemia pada perempuan tidak hamil yaitu<12,0 g/dl dan hematokrit 36%. Anemia terjadi karena bertambahnya sel-sel darah berkurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma darah, sehingga terjadi pengenceran darah.Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan retrospektif yang dilakukan di PMB Salima, pada April 2023. Jumlah populasi 220 responden dengan sampel sebanyak77 responden. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkanterdapat hubungan LiLA (p-value 0,000), usia (p-value 0,000), dan paritas (p-value 0,023) dengan kejadian anemia di PMB Salima. Kesimpulan yang didapat padapenelitian ini adalah terdapat hubungan LiLA, usia, dan paritas dengan kejadian anemia di PMB Salima.