Beton merupakan suatu material yang secara umum menjadi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur konstruksi yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman, oleh sebab itu pemilihan beton sebagai bahan baku utama konstruksi bangunan sangatlah penting. Abu Ampas Tebu (AAT) adalah sisa hasil pembakaran dari ampas tebu. Ampas tebu sendiri merupakan hasil limbah buangan yang berlimpah dari proses pembuatan gula. Pembakaran ampas tebu memiliki unsur yang bermanfaat untuk peningkatan kekuatan beton. Karena Abu Ampas Tebu (AAT) bersifat pozzolan dan mengandung silica. Penambahan serat alami (natural fiber), khususnya serat bambu juga menjadi pilihan karena merupakan produk hasil alam yang mudah dibudidayakan.Fungsi dari Abu Ampas Tebu (AAT) sendiri adalah bahan penambahan semen guna mengurangi penggunaan semen, sedangakan Serat Bambu (SB) sendiri adalah bahan tambahan sebagai agregat kasar (kerikil). Pengaruh penambahan abu ampas tebu dan serat bambu semakin banyak penambahan abu ampas tebu dan serat bambu maka nilai kuat tekan tidak akan memenuhi syarat yang di tentukan, hanya beberapa persentase yang memenuhi syarat yaitu AAT 0%-SB 0%, AAT 0%- SB 1,5%, AAT 10%-SB 0%, dan, AAT 10%- SB 3% yaitu (K 210, K 182, K194, dan K 179) Kata Kunci : Abu Ampas Tebu (AAT), Serat Bambu (SB), Kuat tekan Beton
Copyrights © 2020