Kerusakan DAS di Indonesia semakin bertambah seiring dengan pembukaan hutan, baik sebagai lahan pertanian maupun pemanfaatan hasil kayu. Erosi dan sedimentasi merupakan serangkaian proses sedimentasi yang berhubungan dengan pelapukan,pelepasan, pengangkutan dan pengendapan butir-butir tanah atau kulit bumi. Usaha konservasi DAS telah memberikan dorongan untuk mengembangkan model pendugaan erosi, sedimen dan limpasan yang aplikatif dan sesuai kondisi di lapangan. Penelitian dilakukan di Sub-DAS Lesti, DAS Brantas Hulu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tujuan utama dari penelitian adalah mengembangkan model hidrologi, mengkaji teknik pengendalian erosi, sedimen dan limpasan. Sedimen diambil secara periodik terutama pada musim hujan dan dianalisis di laboratorium. Hal yang pertama dilakukan adalah menghitung besarnya erosi dan kandungan sedimen dalam aliran DAS Lesti dan mengadakan kalibrasi terhadap nilai-nilai yang sesuai dengan kondisi DAS. Berdasarkan hasil perhitungan di lapang korelasi antara konsentrasi sedimen melayang (C) dan pengukuran debit DAS Lesti adalah C = 0,0112 Qw0,98 Kata kunci: Sedimen, konservasi
Copyrights © 2015