Latar Belakang: Kehamilan di usia remaja dapat meningkatkan terjadinya risiko kematian sebanyak 2-4 kali lipat lebih tinggiidibandingkan dengan wanita yang hamil padaiusia 20-30 tahun. Hampir seluruh ibu hamil di Indonesia dapat mengalami anemia atauikekurangan darahisebanyak 48,9% ibu hamil di Indonesiaimengalami anemia. Persentase ibuihamil yang mengalami anemia di Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu sebanyak 37,1% Tujuan: Untuk mengetahui hubunganipola makan, dukungan suami dan sumber informasi terhadapianemia pada ibuihamil usia remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif, populasi berjumlah 55 orang. Sampel yang digunakan dengan teknik purvosive sampling sebanyak 35 ibu hamil. Instrumen yangidigunakan yaituikuesioner kemudian di analisis dengan uji Chi- Square. Hasil: Hasilipenelitian menunjukan hubunganipola makan dengan kejadian anemia nilaiiP (0,000) lebihikecil dari nilai αi (0,05). Hubungan dukungan suami denganikejadian anemia nilai P (0,003) lebih kecil dari nilai α (0,05). Hubungan sumberiinformasi dengan kejadianianemia nilai P (0,006) lebih kecil dari nilaiiα (0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang hubungan pola makan, dukungan suami dan sumber informasi terhadap anemia pada ibu hamil usia remaja di maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan antara pola makan, dukungan suami dan sumber informasi dengan kejadian anemia ibu hamil pada masa remaja.
Copyrights © 2022