Konsep Multiple Intelligences yang menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap anak. Lebih jauh lagi, konsep ini percaya bahwa tidak ada anak yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan. Apabila kelebihan tersebut dapat terdeteksi sejak awal, otomatis kelebihan itu adalah potensi kepandaian sang anak. Atas dasar itu, Seharusnya lembaga pendidikan terlebih pada pondok pesantren harus menerima peserta didik (Santri) dalam berbagai kondisi dan tingkatan kemampuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dan analisis data menggunakan beberapa tahapan meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya desain konsep Multiple Intelligences Reserch di Ma’had Tibyan Li Al-Shibyan Pamekasan meliputi tiga tahapan yaitu, Pertama: Input, Kedua: Proses dan Ketiga, Output.
Copyrights © 2022