Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaaan antara pemahaman konsep matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dengan model pembelajaran konvensional pada materi segiempat kelas VII SMP Negeri 25 Malang, apakah terdapat perbedaaan antara kemampuan komunikasi matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dengan model pembelajaran konvensional pada materi segiempat kelas VII SMP Negeri 25 Malang, bagaimana pemahaman konsep matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS pada materi segiempat kelas VII SMP Negeri 25 Malang, bagaimana kemampuan komunikasi matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS pada materi segiempat kelas VII SMP Negeri 25 Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kombinasi (mixed methods) dengan desain sequential explanatory yaitu metode penelitian yang mengabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan, sampel yang digunakan dari dua kelas yaitu kelas VII D kelas eksperimen dan kelas VII B kelas kontrol. Data dari penelitian kuantitatif ini diperoleh dengan tes pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi matematika peserta didik. analisis data yang digunakan dalam uji normalitas, uji kesamaan kemampuan awal, uji hipotesis. Subjek penelitian kualitatif peserta didik kelas VII B dan VII D yang masing-masing terdiri dari 6 peserta didik, yangg dipilih berdasarkan pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi matematika tinggi, sedang dan rendah sedangkan pengumpulan data kualitatif menggunakan observasi, catatan lapangan dan wawancara.Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dengan menggunakan software SPSS 23 diperoleh nilai p_value atau Sig (2-tailed)= , karena nilai Sig = 0,037 < 0,05 maka Ho ditolak atau H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan ayng menggunakan model konvensional. Hasil analisis kemampuan komunikasi matematika diperoleh nilai p_value atau Sig (2-tailed) = , karena nilai sig = maka Ho ditolak atau H1diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan yang menggunakan model konvensional. Berdasarkan hasil data kualitatif dengan menggunakan pengambilan data melalui observasi, catatan lapangan dan wawancara peserta didik diketahui bahwa subjek-subjek penelitian dari kelas eksperimen lebih menguasai semua indikator pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi matematika peserta didik dibandingkan subjek kelas kontrol dan hasil observasi serta catatan lapangan lebih baik kelas eksperimen dari pada kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa hasil data kualitatif mendukung hasil kuantitatif. Kata kunci: pembelajaran matematika, model pembelajaran TSTS (Two Stay Two Stray), pemahaman konsep, kemampuan komunikasi matematika.
Copyrights © 2019