AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol; (2) mengetahui manakah kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematis yang lebih baik antara siswa kelas eksperimen atau siswa kelas kontrol; (3) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematis siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mixed research dengan desain sequential explanatory. Penelitian kuantitatif menggunakan penelitian quasi experimental dengan populasi kelas VIII SMP NU Pakis sebanyak 157 siswa yang terbagi dalam 5 kelas. Sampel dipilih melalui teknik purpusive sampling, kelas VII A sebagai kelas kontrol dan VII B sebagai kelas eksperimen. Sedangkan subjek penelitian kualitatif sebanyak tiga orang dengan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif tinggi, sedang, dan rendah pada masing-masing kelas sampel. Data kuantitatif diperoleh dengan teknik tes, sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan uji-t dua pihak dengan bantuan Software SPSS 20 bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematika dengan taraf signifikansi 5% antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas control dan uji-t satu pihak bahwa kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematis peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Sedangkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa pencapaian indikator kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Creating Setting Peer Learning, kemampuan pemecahan masalah, dan berpikir kreatif matematis
Copyrights © 2019