Abstrak: Kekerasan verbal menjadi hal yang sering terjadi tanpa kita sadari. Hal ini bermula dari komunikasi yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk berinteraksi. Sayangnya, pemilihan kata yang tidak tepat menjadi pemicu kesalahpahaman yang diterima oleh lawan bicara. Selain itu kekerasan verbal menajdi kekerasan psikologi yang menyerang emosi serta mental terutama pada anak-anak. Akibatnya perkembangan diri dan kompetensi sosial anak menjadi tidak baik. oleh karena itu peneliti ini dilakukan supaya terhindar dari kesaslahpahaman antara sesama pengguna media sosial.Kekerasan verbal menimbulkan dampak yang tidak kalah buruknya dengan kekurangan fisik. Banyak orang mengaatakan bahwa kekerasan fisik hanya kekerasan berbentuk memukul, menjewer dan melempar dengan benda, padahal tanpa disadari orang yang melakukan kekerasan fisik juga hampir selalu disertai dengan kekerasan verbal, dalam media sosial orang-orang banyak melakukan kekerasan verbal yang mengira hal itu tidak berdampak buruk bagi pengguna lain atau bagi orang yang dituju. Pada kenyataannya, karena kekerasan verbal yang dilakukan tersebut menimbulkan suatu cacat mental salah satunya tidak percaya diri dalam mengekspresikan sesuatu.Berdasarkan fenomena yang banyak terjadi dikalangan warganet, hampir semua pengguna media sosial pernah melakukan kekerasan verbal tanpa menyadari dampak dari kekerasan verbal tersebut, para warganet mengira tindakan tersebut merupakan hal sepele yang sudah lumrah dilakukan bahkan ada yang melakukan tindakan kekerasan verbal tersebut sebagai bahan bercandaan agar mengundang tawa dari pengguna lain. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dampak kekerasan verbal dalam media sosial pada ranah hukum, selain itu penelitian ini juga mencari dampak kekerasan verbal dalam media sosial terhadap psikologi dan sosial masyarakat. Selain bertujuat untuk mencari kedua dampak tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implikasi antara kekerasan verbal dengan pendidikan bahasa.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan metode penelitian yang lebih menekankan aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah yang diteliti. Penelitian kualitatif pada penelitian ini bertujuan untuk memahami suatu masalah yang dialami kebanyakan orang dalam menanggapi tuturan-tuturan yang dirasa kurang baik dalam media sosial. Banyak orang salah menaggapi suatu komentar-komentar yang bersifat kasar. Jenis penelitian ini menggunakan pendektana deskriptif kualitatif untuk membuat pembaca lebih memahami arti kata ynag diteliti. subjek dari penelitian ini adalah konten video dan komentar-komentar yang memiliki unsur kekerasan verbal yang dapat menimbulkan aspek hukum undang-undang ITE. Selain dari dampak hukum, konten video dan komentar-komentar yang diteliti hanya yang terdapat kekerasan verbal dengan dampak psikologi dan sosial bagi masyarakat. Penelitian ini diloakukan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen utama dalam pengambilan data. Human instrumen berguna untuk memutuskan sumber data, melakukan pengumpulan data, mengukur kapasitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat inferensi terhadap temuannya. Penelitian ini memiliki hubungan dalam bidang linguistik forensik berupa kajian pragmatik dan semantik, dimana kedua kajian ini digunakan dalam menafsirkan suatu makna dengan kalimat dalam hal kondisi kebenaran dan suatu makna dengan kesesuaian ujaran atau bahasa yang mendukung kejelasan makna. Hal ini ditemukan pada beberapa kekerasan verbal dalam media sosial dengan penggunaan bentuk bahasa non formal, tertulis, dan non tulis. Karena bahasa selalu terletak secara sosial dan pragmatik yang saling tumpang tindih. Dengan menggunakan pengetahuan pragmatik, penelitian ini memahami makna dalam konteks. Dan dengan menggunakan pengetahuan semantik, penelitian ini memahami makna dengan kalimat dalam hal kondisi kebenarannya.Hasil dari penelitian ini dapat berupa dampak kekerasan verbal dalam media sosial pada aspek hukum undang-undang ITE. Selain itu hasil penelitian ini juga berupa dampak kekerasan verbal dalam media sosial bagi psikologi dan sosial korban dari kekerasan verbal tersebut. Dampak-dampak kekerasan verbal dalam media sosial dilakukan dengan memahami makna bahasa dalam kondisi kebenarannya, dan memahami makna bahasa dalam ujaran lain yang mendukung atau menambah kejelasan makna.Kata Kunci: Kekerasan, Verbal, Media SosialĀ
Copyrights © 2021