ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika siswa melalui model pembelajaran IMPROVE menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik dengan model pembelajaran konvensional pada materi bilangan pecahan siswa SMP Negeri 3 Lawang kelas VII. (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematika siswa melalui model pembelajaran IMPROVE menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik pada materi bilangan pecahan siswa SMP Negeri 3 Lawang kelas VII. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed-research (penelitian campuran) dan jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Lawang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 270 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Cluster Random Sampling sehingga diperoleh kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen.Data kuantitatif diperoleh dari pretes dan postes. Sedangkan Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi, catatan lapangan, dan wawancara. (1) Hasil pengujian hipotesis data posttest dengan menggunakan uji independent sample t test melalui SPSS 20 diperoleh sig = 0,010 < 0,05, yang berarti ditolak, atau terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan strategi IMPROVE menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. (2) Kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol, hal ini dapat dibuktikan dari hasil rata-rata kelas eksperimen mendapat 84 sedangkan kelas kontrol mendapat nilai rata-rata 75.Kata Kunci: Strategi IMPROVE, LKPD, Berpikir Kritis Matematis
Copyrights © 2019