Abstrak: Masyarakat dipahami sebagai totalitas kehidupan sehari-hari, totalitas sebagai sumber makna, sumber eksplorasi nilai-nilai religius, moral, budi pekerti dan edukatif yang secara formal memiliki implikasi dialektis dengan struktur formal karya sastra. Berbagai teks kesusastraan mengandung nilai nilai yang dapat dijadikan bahan baku pendidikan dan pembentukan karakter. Teks-teks kesusastraan diyakini mengandung suatu ajaran karena tidak mungkin seorang pengarang menulis tanpa adanya pesan moral didalamnya. Akibatnya, berbagai aspek kehidupan tercakup dalam karya sastra, seperti cara berpikir, berperilaku, bertindak, cara memandang, dan memperlakukan sesuatu, dan lain-lain. Sastra dianggap sebagai fakta sosial yang mengandung pesan yang dapat memaksa pembaca untuk bertindak atau berbuat sesuatu. Dengan demikian nilai pendidikan karakter diintegrasi ke dalam semua aspek kehidupan, termasuk kehidupan sehari-hari, nilai pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari dapat digambarkan melalui sebuah karya sastra yaitu novel.
Copyrights © 2021