AbstrakPembelajaran matematika adalah proses interaksi antara guru dan siswa yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar. Proses interaksi yang sengaja diciptakan oleh guru dengan berbagai metode ini bertujuan untuk menumbuhkan pembelajaran matematika secara optimal sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien. Penggunaan model pembelajaran yang tepat merupakan salah satu pendukung tercapainya tujuan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran anchored instruction dengan siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan bilangan pecahan MTs kelas VII, serta untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran anchored instruction dengan siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan bilangan pecahan MTs kelas VII. Berdasarkan hasil data kuantitatif dengan uji hiptesis menggunakan software SPSS 20 untuk kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh nilai Sig 2-tailed = 0,041 < 0,05 maka H0 ditolak atau H1 diterima, sehingga dapat diperoleh bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi bilangan pecahan. Sedangkan analisis data kualitatif didapatkan hasil bahwa deskpripsi kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian indikator pada masing-masing kategori siswa. Kata kunci: anchored instruction,kemampuan pemecahan masalah, bilangan pecahan
Copyrights © 2019