Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen dan kontrol, (2) untuk mengetahui mana yang lebih baik kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen dan kontrol, (3) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share pada kelas eksperimen dan model pembelajaran konvesional pada kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mix method) dengan pendekatan sequential explanatory design. Penelitian menggunakan jenis true experiment. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan cluster random sampling dan diperoleh sebanyak 23 peserta didik kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share, kelas VII-B sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini adalah (1) berdasarkan hasil uji-t dengan menggunakan uji statistik SPSS 20 diperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0,008 < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, (2) berdasarkan hasil statistik uji satu pihak yang membandingkan thitung dan ttabel maka thitung = 2,7804707 sedangkan ttabel = 1,71387 dengan demikian thitung> ttabel yang berarti H0 ditolak, sehingga menghasilkan kesimpulan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share lebih baik dari kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. (3) berdasarkan hasil analisis kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara. Kesimpulannya adalah kemampuan matematis peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based Learning dan Think Pair Share lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2019