Artikel ini bermaksud melakukan kritik epistimologis terhadap Kitab al-Lumaâ yang ditulis oleh AbÅ« IsḥÄq IbrÄhÄ«m al-ShÄ«razÄ« al-Al-FayrÅ«z AbÄdÄ« (al-ShÄ«razÄ«). Tulisan ini, secara deskriptif berusaha menggali dan mengkritisi karakteristik dan pengetahuan mengenai ilmu ushul fiqh yang terkandung di dalamnya. Beberapa catatan penting terhadap kitab ini adalah: pertama, pemikiran ushul fiqh al-ShÄ«razÄ« dalam Kitab al-Lumaâ ditulis pada era keemasan karya-karya ushul fiqh, sehingga metode dan pokok-pokok pemikiran ushul fiqh al-ShÄ«razÄ« menjadi inspirator generasi berikutnya. Kajian materi ushul fiqh didasarkan pada metode para tokoh pendahulunya, terbukti pada dominasi metode komparatif yang digunakan ketika mengetengahkan materi ushul fiqh dari beberapa tokoh ushul fiqh yang berbeda pandangan. Kedua, al-ShÄ«razÄ« termasuk dalam barisan ahli ushul mutakallimin yang mempunyai pemikiran orisinil dan merdeka. Kritik tajam yang dilancarkan mengajak para pihak untuk tidak condong terhadap madzhab fiqh tertentu. Oleh karena itu penyajian pemikiran ushul fiqh al-ShÄ«razÄ« dalam al-Lumaâ lebih bersifat kalamÄ«, karena bangunan argumentasi yang melibatkan unsur-unsur kalam dan mengedepankan logika menjadi alat dalam menilai dan mengukur kebenaran ilmu ushul fiqh. Ketiga, al-Lumaâ telah memenuhi dasar-dasar ilmu pengetahuan baik secara ontologi, epistemologi, maupun aksiologi.***This article intends to conduct epistemological critique of the Book âal-Lumaâ that written by AbÅ« IbrÄhÄ«m al-Shirazi Ishaq al-Al-Fayruz Abadi (al-Shirazi). This paper, is trying to explore and criticize the characteristics and knowledge of ushul fiqh that contained in. There are some important notes: first the thinking of al-Shirazi on ushul fiqh is written in the golden era of ushul fiqh works, that makes the methods and subjects of thought of al-Shirazi on ushul fiqh became inspiration for the next generation. Study of content of ushul fiqh is based on the its method of predecessor leaders. This is proved by the dominance of the comparative method which is used when explores ushul fiqh of several different leaders view. Second, al-Shirazi included as experts of ushul, which has original thinking and independent. A sharp criticism launched, invite the parties to be impartial towards certain schools of thought . Therefore the presentation of ideas al-Shirazi on ushul fiqh is in the sense of Kalami, because the arguments are built from elements of kalam and prioritize the logic as a tool in assessing and measuring the truth of ushul fiqh. Third, al-Luma has fulfilled the basics of science both in ontology, epistemology, and axiology.***Keywords: uṣūl al-fiqh, al-Lumaâ, epistemologi, al-ShÄ«razi
Copyrights © 2012