Pemikiran fikih sosial Kiai Sahal Mahfudh merupakan metode untuk mengÂgali dan merespons dinamika hukum di tengah masyarakat. Fikih sosial adalah model peÂngembangan fikih yang berorientasi pada maá¹£laḥah dengan manhaj yang jelas. Fikih yang merupakan embrio lahirnya fikih peradaban ini berbasis pada metode yang mendasari pemikiran ulama, bukan produk pemikirannya. Sebab, jika mengikuti metode, produknya bisa sama, bisa berbeda. Metode yang tersebut adalah dengan  mengÂkonteksÂtualisasikan kitab kuning melalui pengembangan contoh-contoh aplikasi kaidah-kaidah uṣūl al-fiqh maupun qawÄâid al-fiqhiyyah. Pengembangan teori masÄlik al-âillah juga dilakukan agar fikih yang dihasilkan sesuai dengan maá¹£laḥah al-âÄmmah. Pada posisi inilah, fikih Kiai Sahal menjawab secara tuntas problem integrasi otentisitas dan modernitas yang sering kontraÂdiktif dan antagonistik.***Thought of âFikih Sosialâ Kiai Sahal Mahfudh is a method to explore and respond to the dynamics of law in society. âFikih Sosialâ is a model of fiqh development based maá¹£laḥah oriented with a clear manhaj. As an embryo of âfikih peradabanâ (civilizing fiqh), âFikih Sosialâ was based on the method of the underlying ideas of Moslem scholars (âulamÄâ), not a product of their thoughts. Therefore, to follow the method, may result the same product and the different one as well. The method is to contextualize âtraditional authoritative bookâ (al-kutub al-muâtabarah) through the undestanding of the applications of rules of uṣūl al-fiqh or qawÄâid al-fiqhiyyah. The developÂment of masÄlik al-illah theory is also urgent in accordance with producing fikih based maá¹£laḥah al-Ämmah. In this position, fikih Kiai Sahal completely answers the problem of the integration of authenticity and modernity which are often contradictory and antagonistic.***Keywords: fikih sosial, uṣūl al-fiqh, peradaban, maá¹£laḥah
Copyrights © 2014