ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini membahas tentang pembredelan Majalah Tempo pada masa Orde Baru tahun 1994. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah, meliputi: heuristik, kritik sumber, intepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan kondisi pers sebelum tahun 1994 merupakan era keterbukaan yang di gemborkan oleh Presiden Soeharto pada pidato pengantar HUT RI ke-46 tanggal 16 Agustus 1991, hampir seluruh media massa terlihat bergairah dalam meliput atau menyuarakan fakta dalam masyarakat. Majalah Tempo bersifat informatif dan artikulatif menyajikan berita Menteri Keuangan (Mar"™ie Muhammad) dengan Menteri Riset dan Teknologi (B.J Habibie). Konflik tentang pembelian 39 kapal perang bekas milik Jerman Timur dengan harga USD 319 juta yang kondisinya rusak berat. Akibat pemberitaan tersebut, Presiden Soeharto memberikan ancaman keras pada Tempo. Pemerintah mengeluarkan SK NO 123/KEP/MENPEN/1994 sebagai surat keputusan pemberedelan majalah Tempo. Dampak dari pemberedelan majalah Tempo pada tahun 1994, muncul aksi solidaritas dari rahim industri pers lahir organisasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada tanggal 7 Agustus 1994.Kata kunci: Orde Baru, Pemberedelan Majalah Tempo, Deklarasi Sirnagalih
Copyrights © 2022