Pandemi covid 19 memaksa pemerintah membuat kebijakan sekolah dan kampus untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa tentang efektivitas komunikasi pengajaran jarak jauh darurat di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap efektivitas komunikasi pengajaran jarak jauh darurat yang tercermin dalam angket kuesioner yang mereka isi. Untuk mendapatkan data penelitian, kuesioner disebar kepada 100 mahasiswa DKV Unindra yang dipilih secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas mahasiswa tidak puas dengan pengajaran jarak jauh darurat yaitu 13% menjawab sangat tidak puas dan 43% menjawab tidak puas. Dari sisi efektivitas komunikasi, mahasiswa tidak setuju pengajaran jarak jauh darurat berdampak postitif terhadap komunikasi antara dosen dan mahasiswa dengan presentase 50% menjawab tidak setuju dan 4% sangat tidak setuju. Dalam hal partisipasi, mahasiswa setuju bahwa pembelajaran jarak jauh darurat mendorong mereka untuk lebih terlibat dalam kelas dengan presentase 6% sangat setuju dan 64% setuju. Dalam hal penguasaan keahlian berbahasa mahasiswa, mahasiswa setuju pembelajaran jarak jauh darurat membuat pelajaran membaca (reading) Bahasa Inggris menjadi lebih menarik yaitu dengan presentase sangat setuju 3% dan setuju 52%. Begitu juga untuk menyimak (listening), mayoritas responden setuju bahwa pembelajaran jarak jauh darurat membuat pelajaran menyimak (listening) Bahasa Inggris menjadi lebih menarik dengan presentase sangat setuju 5%, setuju 49%. Untuk keterampilan berbicara (speaking), kebanyakan mahasiswa tidak setuju terhadap pernyataan bahwa pembelajaran jarak jauh darurat meningkatkan kemampuan berbicara mereka dengan presentase tidak setuju 54%, dan sangat tidak setuju 5%. Selain itu mereka juga tidak setuju bahwa pembelajaran jarak jauh darurat membuat pelajaran menulis (writing) menjadi lebih menarik dengan presentase tidak setuju 43%, dan sangat tidak setuju 4%. Untuk hal kepercayaan diri, mahasiswa setuju pengajaran jarak jauh darurat membuat mereka lebih percaya diri dalam komunikasi di kelas, dengan presentase sangat setuju 10%, dan setuju 47%.
Copyrights © 2021